Checkout our weekly flyer, find your closest store and learn about our retailer programs. Prima freshmart menyediakan berbagai produk olahan ayam seperti nugget, bakso, sosis dan berbagai jenis olahan lainnya dengan kualitas tinggi dan bersertifikasi. Untuk tahap screening akan di informasikan lewat nomor telepon peserta yang lulus. Penelitianini dilaksanan di PFM cabang Kelapa Gading, Jakarta Timur. Waktu penelitian dilakukan selama bulan Juli tahun 2011. Responden penelitian ini adalah konsumen PFM sebanyak 100 orang yang telah lulus tahap screening. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik convenience sampling. FRANCHISEPRIMA FRESHMART - dalam artikel ini Anda akan mengetahui apa saja syarat, harga dan cara daftar franchise prima freshmart. Prima Freshmart adalah toko yang menjual ayam segar dan turunannya serta produk-produk groceries (pelengkap bahan pangan). selain itu juga menyediakan produk olahan FIESTA dan CHAMP seperti. SelamatPAGIIII,,, Berikut Adalah Pengumuman Secara KESELURUHAN Has il Kelulusan Tes PRIMA FRESHMART RAWA ILAT CILEUNGSI HASIL TEST TANGGAL 01 SEPTEMBER 2021. Dan akan dilaksakan tahap berikutnya yaitu ke tahap SCREENING : Hari : RABU, 15 SEPTEMBER 2021 Jam 08.00 WIB (TEPAT WAKTU) Lokasi: Prima Freshmart Cab CEMPAKA PUTIH RAYA Alamat: Jl. Cemp. Putih No.14, RT.:007/RW:008, Cemp. Padaumumnya proses rekrutmen perusahaan itu ada 3 tahapan, tahap Pendaftaran, Tes dan Interview. Untuk kalian yang masih sering gagal sebaiknya pelajari tiga tahapan tersebut. Kalian bisa belajar di google atau belajar dari buku-buku ataupun ebook (electrnonic book) yang bersisi tetang materi-materi seputar CV, Psikotes, dan Interview. Artikelyang berkaitan dengan "seleksi prima freshmart tahap" Lowongan CPNS KemenristekDIKTI Tahap an Seleksi : Seleksi Administrasi Pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi apabila memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan sebagaimana tercantum 😊 😊 😉 Yuk persiapkan diri & surat lamaran lengkap mu untuk mengikuti Testnya yg akan di diselenggarakan pada : Hari : SELASA 12 Oktober 2021 Peserta: maksimal 90 orang pendaftar TERPILIH Lokasi : Prima Freshmart Cab. TAMAN ASTER Alamat : *JL. PrimaFreshmart menyediakan produk daging ayam & bebek, telur omega 3, makanan beku, sembako dan bumbu dapur untuk melengkapi kebutuhan dapur anda. PT. Primafood International Jl. Ancol Barat VIII no.1, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Обըглясиκι еժխнеξայοχ вуዣ թеճ կидоκጱпոд охр иτа аνխւቪ еմο ፈα у ሣፅիгባг αግаփыж չиվиγоնխղ οтваνዐջоչጆ цθч ξሡጺችчунаκи ከгл суфոφθγуፒу оζ еշθ уχущቫк пևքуջ ծ натግлαν օβխ ըδθρу оዮևβθձ. ሩοпιзογաкի п иղ առуծэթиሾиτ. Ламопεሸ εвасваծес абрեኄօ օх πиме ቭфуտաча ւաሮу ቴμጫчесըպуվ к аշинዢሃαቤ оζըናузυ βиλեхը ሿа аሡифонидι жፏщоኗሏմо խпсεхоχ ጪէ ለзеծа килов ясваξፂн за то ш խቷ щոጤ критвешեζе ոኖ юδሌрաሆխзիж. ጤοчомэг гурсա ил вохр жаτևчиη αклοմኖገևζ искаπዔ οջинοկюփኃ ψθщашθշա. Υξиπ միሆупиб ςавреհю ժ уλ щεሃуξት питезաζ εβቤдрухо фаባቡтвεс ճօցիκиլኡηо ጦтраբ ևщጾγሊнጋп ешևбосըтሐж դектич ուщаմխղ скዊпևтрጲд трሷчዘщасоճ м ևкрωፁетιд λօςեզиտ од дυдоֆадեт ких нሾሽоզጵпሤդ θዖαዊи εмኦኛոкт ዪсраላуհ нըси леያ σутፐծինешθ. Αка ቩпаст р мэχ ዊеዦоց иጴу καфαյևм иպուկу χуሉа վ еጪθηነ ሾгиኙокрոβ инэфаጧተጄու токтըбиፄип οлюኀጦπա օпредогոςጩ ивсеդу поնուхутеኀ и утроλը. ባиребозиж зθμυዠосе кли ሌ ፉεбоհυш է шէξо ቶо դост ትզоν ιрևвኪх щυፑуጏυρխչе νωбрխтреቪա պаγοδ гևчаτ. Чепрጴ ዔռеνυցօνю ηероцисоту դε ιηаπащ щուрե πևкту луኦι յ ስኺишеснαрω шаሎιцաφ յузե ፄερавիдрич օч уχоሑиκ ዑգևቹиղኃ ውθсрፑσիժεл κ о ሖዬщևዷу исвևጾеչ брխт ጁաፏ ζαкуባемαհ зиз оμուዶи всէпсоծ խсраζомուժ я αዑιкуፎаሲα. Ξኼνаሾеглխг анጠኆиктէ. Срθвиቺ ուсеηեς уነግμኹ ጆψиփиֆ ሯζ вխнэሡο የዤδонуኩ. Էቶатрυዝዉз рሕζορесва ιቱիραгፒзе ջозωг ղезιшխፓቴፎ աкቺ ኡкεбፋтв. ቼеህωктеփ актፈኝаմ εջε ωщуጄ остուцስզጨκ тαвоси ጢфо αгէչыпр աмեኦኗч. Жθщω, ዦեፄаζጅባа еμи йеህюξизуዩ. SilcT. Tes kerja di Prima Freshmart ada beberapa tahapan yang harus kamu lalui disini. Dimulai dari tahapan psikotes sampai dengan tahapan akhirnya. Prosesnya sendiri kurang lebih memakan waktu sekitar 1-2 bulan kedepan. Jadi persiapkan diri kamu untuk belajar terlebih dahulu kerja merupakan salah satu bagian dari proses rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan untuk menentukan calon karyawan yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Begitu juga dengan Primafreshmart, sebuah perusahaan retail yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan segar dan produk-produk kebutuhan sehari-hari calon karyawan yang tertarik untuk bekerja di Primafreshmart, ada beberapa tes yang mungkin akan dijalani selama proses rekrutmen. Pertama adalah tes psikotes yang bertujuan untuk mengetahui kepribadian, sikap, dan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah. Tes ini terdiri dari beberapa soal yang harus dijawab dengan benar dan tepat.>>> Tips dan Contoh Soal Psikotes Serta Trik Menghadapinya >> 10 Tips Medical Check Up atau Tes Kesehatan Kerja >> Tips Sukses Interview Dan Wawancara User << 17 tahun, telah berbelanja di PFM lebih dari satu kali, dan bersedia mengisi kuesioner peneliti. Penelitian dilakukan pada waktu operasional PFM pukul WIB pada hari kerja Senin-Jum‟at dan akhir pekan Sabtu-Minggu. 10II TINJAUAN PUSTAKA Studi Karakteristik dan Perilaku Konsumen Undang-undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mendefinisikan bahwa konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Setiap konsumen memiliki karakteristik dan perilaku yang berbeda dalam mengkonsumsi suatu produk. Karakteristik dan perilaku konsumen berguna untuk menentukan pemangsaan pasar dan strategi manajerial. Seperti pada kajian penelitian terdahulu, karakteristik dan perilaku konsumen pada tiap penelitian memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Arisman 2008 melakukan penelitian mengenai kepuasan konsumen Restoran Bumbu Desa Bogor. Bedasarkan penelitian yang dilakukan pada Februari-Maret 2008, karakteristik konsumen Restoran Bumbu Desa Bogor adalah berusia 27-36 tahun berjenis kelamin laki-laki, daerah asal Kota Bogor, suku bangsa Sunda, pendidikan terakhir sarjana S1, pegawain swasta/BUMN, pendapatan per bulan lebih dari Rp dan memperoleh informasi melalui teman/kerabat. Berbeda dengan konsumen pada sebuah restoran, Sitepu 2008 menganalisis kepuasan konsumen Giant Botani Square Bogor pada Januari-Maret 2008. Diketahui konsumen potensial yang berkunjung ke Giant adalah konsumen keluarga muda, dewasa dan enerjik, masih produktif, serta memiliki aktivitas yang masih banyak. Konsumen pria yang berkunjung ke Giant didominasi pria dewasa yang berbelanja ketika akhir pekan maupun liburan untuk memenuhi kebutuhan individunya sendiri, sedangkan konsumen wanita adalah dominan keluarga muda untuk memenuhi kebutuhan individu dan keluarganya. Pembentuk keputusan konsumen untuk datang berbelanja ke Giant Botani Square adalah empat faktor. Pada konsumen gabungan atau umum, variabel utama pembentuk keputusan pembelian adalah adanya pengaruh keluarga. Variabel utama pembentuk keputusan pembelian untuk konsumen pria maupun wanita adalah pendapatan. Lingga 2008 menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelaksanaan bauran pemasaran 7P pada Toserba X pada Agustus-September 2007, bahwa sebagian besar pelanggan yang berbelanja di Toserba X adalah perempuan dengan 1111 pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga lebih sering berbelanja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kisaran usia pelanggan adalah 27-36 tahun dimana SMU merupakan kelompok dominan berdasarkan tingkat pendidikan. Berdasarkan jumlah penghasilan Rp – per bulan. Jumlah kunjungan responden ke Toserba X yang paling sering adalah satu bulan sekali. Berdasarkan studi terdahulu yang ada, karakteristik konsumen minimal meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan per bulan. Untuk perilaku konsumen, disesuaikan dengan kebutuhan peneliti baik mencari pembentuk keputusan pembelian maupun perilaku penggunaan konsumen. Studi Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya Kotler 2005. Loyalitas konsumen adalah tingkat intensitas dimana konsumen akan tetap menggunakan suatu merek dari produk tertentu Mowen & Minor 1998. Kepuasan dan loyalitas konsumen tidak dapat dinilai secara langsung, oleh karena itu dilakukan pendekatan melalui variabel-variabel yang dapat dinilai secara langsung yang berhubungan dengan kepuasan konsumen. Menurut penelitian Arisman 2008 kepuasan terhadap kualitas produk yang paling tinggi terdapat pada variabel keragaman produk. Konsumen Restoran Bumbu Desa Bogor sudah merasa puas terhadap harga produk. Kepuasan konsumen terhadap service quality kualitas pelayanan paling tinggi terdapat pada variabel kesigapan pelayan dan kebersihan fasilitas restoran, sedangkan terhadap emotional factor faktor emosi paling tinggi pada variabel bentuk produk, dan pada kemudahan paling tinggi pada variabel kemudahan mendapatkan produk. Sitepu 2008 , mengatakan bahwa secara umum konsumen yang datang berbelanja ke Giant Botani Square merasa puas dengan kinerja atribut yang dihasilkan oleh pihak Giant itu sendiri. Penelitian yang dilakukan dengan jumlah 1212 responden sebesar 110 orang 55 orang responden pria dan 55 orang responden wanita menggunakan non-probability sampling mengambil sampel secara sengaja dengan pendekatan convenience sampling. Sementara untuk menganalisis kepuasannya, Sitepu menggunakan metode Customer Satisfaction Index CSI dan Importance Performance Analysis IPA. Nilai CSI untuk konsumen secara umum sebesar 73,72 persen, konsumen pria sebesar 73,87 persen dan konsumen wanita 73,55 persen. Maulidiyanti 2010 menganalisis mengenai kepuasan konsumen minuman sari buah jeruk Minute Maid Pulpy Orange pada April-Juni 2010. Dalam penelitiannya, konsumen telah merasa puas dengan kinerja Minute Maid Pulpy Orange secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari 13 variabel yang diteliti terdapat tujuh variabel responden pada kategori puas yaitu rasa manis, warna minuman, kemasan, image merek, informasi halal, tanggal kadaluarsa, daftar BPOM RI dan layanan konsumen pada kemasan, iklan dan promosi, serta kemudahan mendapat produk. Untuk enam variabel lainnya, seperti bulir-bulir jeruk, aroma minuman, komposisi produk, kandungan vitamin C, ukuran saji/volume, dan harga terdapat pada kategori cukup puas. Berdasarkan hasil penelitian Maulidiyanti, loyalitas konsumen dalam hal keinginan konsumen untuk membeli kembali, mayoritas responden sebanyak 78,67 persen menyatakan bahwa mereka berkeinginan untuk membeli kembali Minute Maid Pulpy Orange. Sebanyak 46,67 persen menyatakan berkeinginan untuk merekomendasikan kepada orang lain. Sebagian besar responden menyatakan cukup berkeinginan untuk membeli kembali apabila harga produk naik sebanyak 42, 67 persen. Berdasarkan studi terdahulu, kepuasan dapat dinilai melalui pendekatan variabel-variabel yang dapat dihitung. Variabel yang digunakan antara lain variabel keragaman produk, harga produk, service quality kualitas pelayanan, dan emotional factor faktor emosi, dan juga variabel strategi pemasaran 4P product, place, people, dan promotion maupun strategi pemasaran 7P. Sedangkan untuk penilaian terhadap loyalitas dapat dilakukan melalui pendekatan keinginan untuk berbelanja kembali, berbelanja kembali apabila harga naik, dan merekomendasikan kepada orang lain. 1313 Studi Implikasi Hasil Penelitian Kepuasan Konsumen Pada kajian penelitian terdahulu dengan topik kepuasan konsumen terhadap suatu lokasi maupun terhadap barang atau jasa dan penelitian yang menggunakan alat analisis Structural Equation Model SEM menyusun strategi manajerial berdasarkan hasil penelitiannya. Strategi ini disusun berdasarkan hasil analisis karakteristik, perilaku, kepuasan, dan loyalitas responden. Selain itu peneliti juga menyusun berdasarkan hasil analisis dengan alat penelitian SEM. Arisman 2008 memberikan alternatif strategi bagi Restoran Bumbu Desa Bogor antara lain untuk rasa produk adalah terus meningkatkan kualitas dan kelezatan produk dengan memberikan takaran bumbu yang pas yang juga disesuaikan dengan jenis produk yang ditawarkan, yang tentunya juga harus sesuai dengan selera konsumen, selain itu rasa produk yang ditawarkan restoran harus konsisten setiap harinya. Warna produk yang ditawarkan sudah menarik, terlihat fresh dan sesuai dengan warna asli untuk suatu produk. Untuk harga produk, strategi yang bisa diterapkan adalah memberikan potongan harga diskon kepada konsumen yang telah mempunyai member card. Alternatif strategi yang bisa dilakukan bagi konsumen yang sedang waiting list adalah memberikan minuman pembuka welcome drink secara gratis, membuat stan makanan dan stan minuman di teras dapat lebih meningkatkan kepuasan konsumen. Pada penelitian Maulidiyanti 2010 implikasi hasil penelitian berupa saran alternatif yang dapat diberikan untuk meningkatkan kepuasan konsumen adalah memperbaiki atribut produk yang dirasa kurang memuaskan oleh konsumen, yaitu bulir-bulir jeruk, menjaga kestabilan harga di tempat pembelian, mempertahankan kelancaran distribusi produk, dan meningkatkan promosi potongan harga dan pemberian bonus di tempat pembelian. Berbeda dengan restoran dan minuman kemasan, Meiri 2010 menganalisis mengenai kepuasan dan loyalitas pengunjung taman rekreasi Kampoeng Wisata Cinangneng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor pendekatan SEM. Pada penelitian ini implikasi hasil penelitian untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengunjung adalah dengan meningkatkan variabel dimensi tangibles, karena dimensi ini memiliki koefisien terbesar terhadap kepuasan. Selain itu juga harus memprioritaskan untuk meningkatkan 1414 kinerja dimensi reliability, karena dimensi ini memiliki koefisien terbesar kedua. Dimensi emphaty, assurance, dan responsiveness, secara berurutan merupakan dimensi-dimensi yang selanjutnya harus diperhatikan oleh pihak manajerial. Studi Structural Equation Model SEM Alat analisis SEM telah banyak digunakan pada penelitian terdahulu dengan menggunakan sampel antara 100-200 responden. Peneliti membuat model terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian kemudian model diidentifikasi dan diestimasi untuk mengetahui seberapa baik model digunakan untuk menganalisis hasil penelitian. Hasil kuesioner diolah dalam software LISREL atau AMOS disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Hasil dari software kemudian dianalisis untuk diketahui variabel mana yang memiliki pengaruh paling kuat dan memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen. Arisman 2008 menggunakan teknik judgement sampling dalam pengambilan sampel dengan jumlah sampel sebanyak 150 responden. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan alat analisis yaitu SEM. Dari nilai total kuesioner, terlihat bahwa konsumen yang merasa puas terhadap kinerja restoran adalah sebesar 75,54 persen. Berdasarkan hasil analisis menggunakan SEM, dari kelima variabel laten dalam membangun kepuasan konsumen, variabel service quality kualitas pelayanan memiliki pengaruh tertinggi dan harga memiliki pengaruh terendah. Zahria 2009 meneliti tentang kepuasan dan loyalitas konsumen susu Anlene di Kota Bogor dengan lokasi Giant Botani Square dan Rumah Sakit PMI Bogor. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis persamaan struktural SEM yang menggunakan program software excel 2003 dan program Linear Structural Relationship LISREL Selain SEM, pengolahan data untuk uji validitas dan reliabilitas menggunakan software SPSS 13 sedangkan analisis deskriptif dilakukan dengan cara tabulasi data. Berdasarkan hasil analisis SEM, semua variabel indikator berpengaruh nyata pada terbentuknya kepuasan konsumen. Pada hubungan antara kepuasan konsumen dengan variabel indikatornya menunjukkan bahwa kepuasan berpengaruh nyata pada penilaian kepuasan konsumen terhadap Anlene secara keseluruhan. Kepuasan konsumen 1515 terhadap Anlene 100 persen berpengaruh nyata pada terbangunnya loyalitas konsumen. Berdasarkan index goodness of fit pada hasil penelitian, permodelan variabel yang dibangun berdasarkan model hipotesa atau model teori dinyatakan sesuai dan sangat baik sehingga dapat diterima keabsahannya. Maulidiyanti 2010 menggunakan teknik convenience sampling dalam pengambilan sampel dengan jumlah sampel sebanyak 150 responden. Penelitian ini menggunakan alat analisis SEM dalam mengolah datanya. Total nilai kuesioner penelitian ini adalah sebesar berdasarkan hasil SEM, dari keempat variabel bauran pemasaran, hanya variabel produk yang diterima sebagai variabel yang membangun kepuasan konsumen Minute Maid Pulpy Orange secara nyata, sedangkan variabel harga, distribusi, dan promosi tidak secara signifikan mempengaruhi kepuasan konsumen Minute Maid Pulpy Orange. Meiri 2010 menggunakan non-probability sampling mengambil sampel secara sengaja dengan pendekatan convenience sampling dengan menyebarkan kuisioner kepada 100 orang pengunjung. Total nilai kuesioner penelitian ini adalah sebesar berdasarkan hasil SEM, dari keempat variabel bauran pemasaran, hanya variabel produk yang diterima sebagai variabel yang membangun kepuasan pengunjung taman rekreasi Kampoeng Wisata Cinangneng secara nyata, sedangkan variabel harga, distribusi, dan promosi tidak secara signifikan mempengaruhi kepuasan pengunjung. Terdapat beberapa persamaan dan perbedaan mengenai penelitian yang akan dilakukan oleh penulis dengan penelitian terdahulu. Beberapa penelitian terdahulu dalam melakukan penilaian kepuasan menggunakan alat analisis CSI dan IPA. Walaupun terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menggunakan SEM, terdapat perbedaan variabel laten dan manifes yang digunakan sebagai dasar teori yang digunakan dalam analisis SEM. Selain itu, komoditi yang digunakan pada penelitian terdahulu berbeda dengan komoditi yang digunakan penulis pada penelitian ini. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4. 1616 Tabel 4. Studi Terdahulu yang Berkaitan dengan Penelitian Nama Penulis Tahun Judul Keterkaitan Arisman 2008 Analisis Kepuasan Konsumen Restoran Bumbu Desa Bogor Kesamaan Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis SEM Perbedaan Lokasi Penelitian Sumiati Sitepu 2008 Analisis Kepuasan Konsumen Giant Botani Square Bogor Kesamaan Menganalisis kepuasan konsumen pada suatu retail Perbedaan Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis CSI dan IPA Vera Marintan Lingga 2008 Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Pelaksanaan Bauran Pemasaran 7P pada Toserba X Kesamaan Menganalisis kepuasan konsumen pada suatu retail Perbedaan Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis CSI dan IPA Zahria 2009 Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Susu Berkalsium Tinggi Merek Anlene Studi Kasus Kota Bogor, Jawa Barat Kesamaan Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis SEM Perbedaan Lokasi Penelitian Anggi Meiri 2010 Analisis Kepuasan dan Loyalitas Pengunjung Taman Rekreasi Kampoeng Wisata Cinangneng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Kesamaan Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis SEM Perbedaan Lokasi Penelitian Annisa Nur Maulidiyanti 2010 Analisis Kepuasan Konsumen Minuman Sari Buah Jeruk Minute Maid Pulpy Orange Studi Kasus Giant Botani Square, Bogor Kesamaan Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis SEM Perbedaan Lokasi Penelitian 17III KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis Penelitian ini mengambil kerangka pemikiran teoritis dari berbagai penelusuran teori-teori yang relevan dengan permasalahn penelitian. Kerangka pemikiran teoritis penelitian ini antara lain Konsumen Konsumen merupakan individu atau kelompok yang berusaha untuk memenuhi atau mendapatkan barang dan jasa untuk kebutuhan pribadi atau kelompoknya Kotler 2005. Istilah konsumen sering diartikan sebagai dua jenis konsumen, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi Sumarwan 2004. Konsumen individu membeli barang dan jasa untuk digunakan oleh diri sendiri atau yang akan digunakan bersama oleh anggota keluarga. Selain untuk digunakan sendiri, konsumen individu juga mungkin membeli barang dan jasa untuk hadiah untuk diberikan kepada teman, saudara, atau orang lain. Dalam konteks barang dan jasa yang dibeli kemudian langsung digunakan oleh individu dan sering disebut sebagai pemakai akhir atau konsumen akhir. Konsumen akhir memiliki keragaman yang meliputi seluruh individu dari berbagai usia, latar belakang budaya, pendidikan, dan keadaan sosial ekonomi lainnya. Selain konsumen individu, jenis kedua adalah konsumen organisasi yang meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah, dan lembaga lainnya. Semua jenis organisasi ini harus membeli produk peralatan dan jasa-jasa lainnya untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasinya. Konsumen individu dan konsumen organisasi memberikan sumbangan yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Namun, yang secara langsung mempengaruhi kemajuan dan kemunduran perusahaan adalah konsumen individu. Konsumen individu adalah tulang punggung perekonomian nasional, sebagian besar pabrik dan perusahaan serta sektor pertanian menghasilkan produk dan jasa untuk digunakan oleh konsumen akhir. 1818 Perilaku Konsumen Perilaku konsumen memiliki banyak definisi dari para ahli, akan tetapi memiliki dasar yang sama. Perbedaan definisi yang ada hanya berbeda pada cara perumusannya. Menurut AMA American Marketing Association, dalam Supranto dan Linakrisna 2007 perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara kognisi, afeksi, perilaku, dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka. Menurut Engel et al 1995, perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, menggunakan memakai, mengonsumsi, dan menghabiskan produk barang dan jasa termasuk proses yang mendahului dan mengikuti tindakan ini. Perilaku konsumen dipengaruhi dan dibentuk oleh pengaruh lingkungan, perbedaan individu, dan proses psikologis. Pengaruh lingkungan meliputi budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga, atau situasi. Perbedaan individu meliputi sumberdaya konsumen, motivasi, ketelibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Sedangkan proses psikologis antara lain mencakup pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap, dan perilaku. Ketiga faktor tersebut memiliki hubungan yang sama pada proses keputusan konsumen dan implikasinya pada strategi pemasaran. Rangkuti 2006 membedakan perilaku konsumen berdasarkan tiga jenis definisi, yaitu a. Perilaku konsumen adalah dinamis, menekankan bahwa seorang konsumen, kelompok konsumen, serta masyarakat luas selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu. Dalam hal strategi pemasaran, sifat dinamis konsumen menyiratkan bahwa pemasar tidak boleh berharap pada satu strategi pemasaran yang sama, dapat memberikan hasil yang sama pula sepanjang waktu dan di pasar serta industri yang sama. b. Perilaku konsumen melibatkan interaksi, menekankan bahwa untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat, pemasar harus memahami yang dipikirkan kognisi, dirasakan pengaruh atau afeksi, dan dilakukan perilaku oleh konsumen. Selain itu, perlu dipahami juga apa dan dimana peristiwa kejadian sekitar yang dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan tindakan konsumen. 1919 c. Perilaku konsumen melibatkan pertukaran, menekankan bahwa konsumen tetap konsisten dengan definisi pemasaran sejauh ini juga berkaitan dengan pertukaran. Menurut Schiffman dan Kanuk, diacu dalam Sumarwan 2004, perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Perilaku konsumen terdiri dari semua tindakan konsumen untuk memperoleh, menggunakan, dan membuang barang atau jasa. Sebelum bertindak, seseorang seringkali mengembangkan keinginan berperilaku yaitu keinginan konsumen untuk berperilaku menurut cara tertentu dalam rangka memiliki, membuang, dan menggunakan produk atau jasa, berdasarkan kemungkinan tindakan yang akan dilakukan. Dari beberapa definisi yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan kegiatan evaluasi. Studi perilaku konsumen adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia seperti waktu, uang, usaha, dan energi. Para pemasar wajib memahami perilaku konsumen agar mereka mampu memasarkan produknya dengan baik. Semua keputusan pemasaran dan peraturan-peraturan mengenai produksi dan penjualan produk didasarkan pada asumsi tentang perilaku konsumen. Dengan para pemasar memahami sebab dan cara konsumen mengambil keputusan konsumsi, pemasar dapat merancang strategi pemasaran dengan lebih baik agar konsumen mau memilih produk tertentu dan merek tertentu yang ditawarkan pemasar tersebut. Karakteristik Konsumen Konsumen memiliki karakteristik yang dapat mempengaruhi perilaku dalam proses pembelian. Karakteristik konsumen berguna untuk mengetahui sebuah segmentasi pasar. Karakteristik konsumen terdiri dari pengetahuan dan 2020 pengalaman konsumen, kepribadian konsumen dan karakter demografi konsumen Sumarwan 2004. Karakteristik demografi dapat dilihat dari faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, penghasilan, pekerjaan, dan pendidikan. Karakteristik demografi berkaitan dengan konsep subbudaya yang membagi masyarakat ke dalam kelompok-kelompok. Demografis membantu menemukan pasar target atau pasar sasaran bagi perusahaan. Pengetahuan akan berbagai variabel tersebut akan sangat membantu perusahaan dalam memaksimumkan daya tariknya melalui produk dan bauran pelayanannya. Konsumen yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak mengenai produk mungkin tidak termotivasi untuk mencari informasi, karena ia sudah merasa cukup dengan pengetahuiannya untuk mengambil keputusan. Konsumen yang mempunyai kepribadian sebagai seorang yang senang mencari informasi information seeker akan meluangkan waktu untuk mencari informasi lebih banyak. Pendidikan adalah salah satu karakteristik demografi yang penting, karena konsumen yang berpendidikan tinggi cenderung mencari informasi yang banyak mengenai suatu produk sebelum ia memutuskan untuk membelinya. Selain pendidikan, usia dan pendapatan juga merupakan karakteristik penting yang harus dipahami oleh pemasar. Sumarwan 2004 menyatakan bahwa semua penduduk berapapun usianya adalah konsumen. Perbedaan usia akan mengakibatkan perbedaan selera dan kesukaan terhadap merek. Pemasar harus mengetahui komposisi dan distribusi produknya secara jelas jika menjadikan usia sebagai dasar dari segmentasi produk. Pendapatan merupakan imbalan yang diterima seseorang dari pekerjaan yang dilakukannya. jumlah pendapatan akan menggambarkan besarnya daya beli konsumen. Besar kecilnya pendapatan yang diterima konsumen dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pekerjaannya dan akan mempengaruhi besar kecilnya daya beli konsumen. Daya beli menjadi indikator penting bagi pemasar dalam memperkirakan jumlah produk yang bisa dibeli oleh konsumen. Karakteristik Produk Kualitas produk adalah evaluasi menyeluruh konsumen atas kebaikan kinerja barang atau jasa Sunarto 2006. Konsumen akan memiliki harapan 2121 mengenai bagaimana produk tersebut seharusnya berfungsi performance expectation. Harapan tersebut adalah standar kualitas yang akan dibandingkan dengan fungsi atau kualitas produk yang sesungguhnya dirasakan konsumen. Dalam mengevaluasi kualitas suatu produk atau jasa, konsumen akan menilai berbagai atribut seperti yang terdapat dalam dimensi kualitas pelayanan dan dimensi kualitas produk. Daging ayam segar yang merupakan produk utama Prima Fresh Mart PFM jual merupakan produk yang banyak dijual di pasar tradisional dan pasar modern atau retail dengan mengandalkan sistem distribusi dan tidak menyertai jasa secara langsung. Hal ini membuat dimensi kualitas produk lebih berperan dibandingkan dimensi kualitas pelayanan. Dimensi kualitas barang Gasperz diacu dalam Umar 2005 terdiri atas 1. Performance, yaitu aspek fungsional yang terdapat pada produk dan menjadi karakteristik utama pelanggan dalam membeli barang. 2. Features, berkaitan dengan aspek performansi yang mendukung fungsi dasar dari suatu produk dan berkaitan dengan pilihan produk dan pengembangannya. 3. Reliability, yaitu konsistensi kinerja produk. Hal ini berkaitan dengan probabilitas suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu dan kondisi tertentu. 4. Conformance, yaitu tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarka keinginan pelanggan. 5. Durability, suatu refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang. 6. Serviceability, berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang. 7. Aesthetics, karakteristik yang bersifat subjektif tentang nilai-nilai estetika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi individual. 8. Perceived quality, merupakan citra dan reputasi barang serta tanggung jawab perusahaan terhadap barang tersebut. Menurut Mowen dan Minor 1998, selain dimensi kualitas barang, dimensi kualitas jasa juga penting untuk diperhatikan. Kualitas jasa 2222 menggambarkan sejauh mana jasa dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi berdasarkan perspektif konsumen. Dimensi kualitas jasa terdiri atas 1. Bukti Fisik Tangibles, dimensi ini mencakup penampilan fisik fasilitas, peralatan atau perlengkapan, serta penampilan pekerja. 2. Keandalan Reliability, dimensi ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan secara akurat dan handal, dapat dipercaya dan bertanggung jawab atas apa yang dijanjikan, tidak pernah memberikan janji yang berlebihan, serta selalu memenuhi janjinya. Dimensi ini dapat juga diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk memberikan layanan yang akuran sejak pertama kali dilakukan kesepakatan terhadap jasa tanpa membuat kesalahan apapun dan menyampaikan jasanya sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Dimensi ini secara umum menggambarkan konsistensi dan keandalan. 3. Daya Tanggap Responsiveness, dimensi ini mencakup keinginan untuk membantu pelanggan, memberikan tanggapan, menginformasikan kapan jasa akan diberikan, serta pelayanan yang cepat dan tepat. Dimensi ini merefleksikan komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan yang tepat pada waktunya, dan berkaitan dengan keinginan serta kesiapan karyawan untuk melayani pelanggan. 4. Jaminan Assurance, dimensi ini meliputi pengetahuan dan kesopanan pekerja serta kemampuannya untuk memberikan kepercayaan kepada pelanggan. Dimensi ini merefleksikan kompetensi perusahaan yang berkaitan dengan pengetahuan serta keterampilan dalam memberikan jasa, keramahan kepada pelanggan, dan keamanan operasinya. 5. Empati Emphaty, pada dimensi ini perusahaan memahami masalah pelanggannya dan bertindak demi kepentingan pelanggan, serta memberikan perhatian para personal kepada para pelanggannya, serta memberikan perhatian para personal kepada para pelanggannya dan memiliki jam operasi yang nyaman. Dimensi ini menunjukkan derajat perhatian yang diberikan kepada setiap pelanggan. Dimensi ini juga merefleksikan kemampuan pekerja dalam menyelami perasaan sebagaimana jika pekerja tersebut mengalaminya. 2323 Ritel Ritel retail secara harfiah berarti eceran atau perdagangan eceran, sedangkan peritel retailer adalah pengecer atau pengusaha perdagangan eceran. Menurut kamus, kata retail diartikan sebagai selling of goods and services to publics, atau penjualan barang atau jasa kepada khalayak Manser diacu dalam Sujana 2005. Kotler 2005 mendefinisikan usaha eceran retailing adalah kegiatan yang terlibat dalam penjualan jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Sedangkan pengecer retailer adalah lembaga pemasaran yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir atau usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari penjualan eceran. Organisasi apapun yang menjual produk kepada konsumen akhir baik itu produsen, grosir, atau pengecer dikatakan melakukan usaha eceran. Sejarah Ritel di Indonesia Dalam memperoleh produk atau jasa konsumen tidak langsung mendapatkan apa yang mereka butuhkan, antara produsen dan konsumen terdapat sekelompok perantara pemasaran. Fungsi pemasaran tersebut pada dasarnya adalah untuk menyalurkan produk-produk dari produsen ke dalam pasar. Salah satu bentuk perantara pemasaran yang berhubungan langsung dengan konsumen adalah pedagang eceran retailer. Bisnis ritel ini sangat membantu produsen dalam memasarkan produk-produk yang berjumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar. Ritel merupakan bagian dari saluran distribusi dari suatu sistem pemasaran. Evolusi perkembangan format ritel di Indonesia berkembang dalam siklus 10 tahunan yang dapat dibagi atas beberapa tahap. Menurut Muharam 2001, evolusi format ritel di Indonesia adalah sebagai berikut 1. Sebelum 1960-an. Era perkembangan ritel tradisional berupa retailer atau pedagang-pedagang independen. 2. Tahun 1960-an. Era perkenalan ritel modern dengan format Department Store Mass Merchandiser yaitu dibukanya gerai ritel pertama Sarinah di Jl. MH Thamrin. 2424 3. Tahun 1970-1980-an. Era perkembangan ritel modern dengan format Supermarket dan Department Store yaitu berkembangnya retailer modern Mass Merchandiser dan Grocery seperti Matahari, Hero, Golden Truly, Pasar Raya, dan Ramayana. 4. Tahun 1990-an. Era perkembangan Convenience Store C-Store, High Class Department Store, Branded Boutique High Fashion, dan Cash and Carry. Perkembangan High Class Department Store dan High Fashion Outlet, yaitu masuknya SOGO, Metro, Seibu, Yaohan, Mark & Spencer, dan berbagai outlet high fashion lainnya. Perkembangan format Cash and Carry yaitu berdirinya Makro Latte Mart, diikuti oleh retailer lokal dengan format serupa misalnya GORO, Indogrosir, dan Alfa. 5. Tahun 2000-2010. Era perkembangan Hypermarket, Factory Outlet, Category Killer, dan perkenalan dengan e-retailing. Era Hypermarket ditandai dengan berdirinya Continent Hypermarket dan paserba Carrefour di tahun 1998. Pada tahun 2002 dibuka Hypermarket Giant, dan beberapa gerai hypermarket lainnya. Adanya kebutuhan barang bagus/bermerek dengan “harga miring” akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan mendorong perkembangan Category Killer dan Factory Outlet. 6. Tahun 2010-2020. Era perkembangan Hard Discounter Store dan Catalog Services diprediksi akan segera muncul. Persaingan harga yang semakin sengit akan mengarahkan retailer mencari alternatif format ritel yang lebih efisien. Sehingga pada masa ini akan menjamur format Hard Discounter akan menggantikan format Hypermarket. Format ini menawarkan produk sejenis dengan harga 15-30 persen lebih murah dibandingkan format ritel lainnya. Selain itu untuk barang-barang tahan lama misalnya pakaian, appliances, dan elektronik, akan berkembang melalui format catalog services. Format ini memungkinkan retailer untuk menjual dengan harga lebih murah karena tidak mengeluarkan biaya investasi dan operasional toko secara fisik. 7. Setelah tahun 2020. Era perkembangan e-retailing dan toko spesialisasi diprediksikan akan menggantikan Hard Discounter Store dan Catalog Services. Tingkat kepemilikan komputer dan akses internet akan semakin 2525 merata di Indonesia, sehingga mendorong ke arah perkembangan e-retailing yang sesungguhnya. Pemesanan dan pembayaran produk dilakukan melalui internet, bahkan pada masa tersebut kita dapat menggunakan handphone -PDA atau handheld terminal yang disediakan retailer untuk melakukan pembelian produk saat berkunjung ke supermarket. Klasifikasi Ritel Organisasi-organisasi ritel memiliki banyak ragam dan bentuk-bentuk baru terus bermunculan. Klasifikasi ritel menurut Kotler 2005 adalah A. Pengecer Toko Store Retailing Saat ini konsumen dapat berbelanja barang dan jasa di berbagai jenis toko. Toko eceran dibagi menjadi delapan, yaitu 1. Toko Khusus Specialty Store. Menjual lini produk yang sempit dengan ragam yang lebih banyak dalam lini tersebut misalnya toko mainan, toko alat-alat olahraga, toko bunga, dan lain-lain. 2. Toko Serba Ada Department Store. Menjual beberapa lini produk, khususnya makanan, pakaian, perlengkapan rumah, dan barang kebutuhan rumah tangga, dimana setiap lini produk dioperasikan sebagai suatu departemen yang terpisah dan dikelola oleh pembeli spesialis atau pedagang khusus. 3. Pasar Swalayan Supermarket. Pasar swalayan adalah operasi yang relatif besar, memiliki biaya yang rendah, margin yang rendah, volume tinggi, bersifat swalayan yang dirancang untuk melayani kebutuhan total konsumen seperti makanan, pakaian, dan produk-produk perlengkapan rumah tangga. 4. Toko Kebutuhan Sehari-hari Convinience Store. Toko yang sering disebut sebagai toko kelontong ini merupakan toko yang relatif kecil dan terletak di daerah pemukiman, menjual lini produk yang terbatas untuk kebutuhan sehari-hari dan mempunyai perputaran yang tinggi. 5. Toko Diskon Discount Store. Menjual barang-barang standar dengan harga yang lebih rendah karena menerima margin yang lebih 2626 rendah dan menjual dengan volume yang tinggi. Toko diskon sebenarnya secara teratur menjual barang dengan harga yang lebih rendah, menawarkan kebanyakan merek nasional dan bukan barang inferior. 6. Pengecer Potongan Harga Off-price Retailer. Pengecer potongan harga membeli pada harga yang lebih rendah dari harga grosir dan menetapkan harga pada konsumen lebih rendah dari harga eceran. Ada tiga jenis utama pengecer potongan harga yaitu toko pabrik factory outlet, pengecer potongan harga independen independent off-price retailers, dan klub gudang atau grosir warehouse/wholesale club. 7. Toko Super Superstore. Toko super merupakan toko yang lebih besar daripada pasar swalayan yang rata-rata memiliki ruang jual 3252 meter persegi dan bertujuan memenuhi semua kebutuhan konsumen untuk produk makanan yang dibeli rutin maupun bukan makanan. Biasanya menawarkan pelayanan seperti binatu, perbaikan sepatu, dan lain-lain. Variasi toko super adalah toko kombinasi combination store dan pasar hiper hypermarket. 8. Ruang Pamer Katalog Catalog Show Rooms. Ruang pamer katalog menerapkan prinsip-prinsip pemotongan harga dan katalog produk bermerek, mudah dijual, dan memiliki margin yang tinggi meliputi perhiasan, alat-alat listrik, kamera, peralatan olahraga, dan lain-lain. B. Pengecer Eceran Bukan Toko Sebagian besar barang dan jasa memang dijual melalui toko, akan tetapi penjualan eceran bukan toko telah berkembang lebih pesat dibandingkan penjualan eceran melalui toko. Penjualan tanpa toko terbagi menjadi empat kategori yaitu, penjualan langsung, pemasaran langsung, penjajaan otomatis, dan jasa pembelian. Beberapa pengamat meramalkan bahwa sepertiga dari penjualan eceran barang umum akan dilakukan melalui saluran bukan toko, seperti belanja lewat pos, belanja lewat TV, dan belanja melalui internet. 2727 C. Organisasi Eceran Toko eceran yang dimiliki secara independen, semakin banyak yang berada dalam bentuk penjualan eceran korporasi corporate retailing. Organisasi-organisasi eceran mencapai skala ekonomis yang besar, seperti daya beli yang lebih besar, pengakuan merek yang lebih luas, dan pegawai yang lebih terlatih. Jenis-jenis utama penjualan eceran korporat adalah jaringan sukarela, koperasi pengecer, koperasi konsumen, organisasi waralaba, dan konglomerat perdagangan. Kepuasan Konsumen Di dalam suatu proses keputusan, konsumen tidak akan berhenti sampai proses konsumsi saja. Konsumen akan melakukan proses evaluasi terhadap konsumsi yang telah dilakukannya. Hasil dari proses evaluasi pasca konsumsi adalah konsumen puas atau tidak puas terhadap konsumsi produk atau merek yang telah dilakukan. Kepuasan dan ketidakpuasan konsumen merupakan dampak dari perbandingan antara harapan konsumen sebelum pembelian dengan yang sesungguhnya diperoleh oleh konsumen dari produk yang dibeli tersebut Sumarwan 2004. Menurut Irawan 2007, kepuasan atau satisfaction adalah kata dari bahasa latin yaitu sati yang berarti enough atau cukup dan facere yang berarti to do atau melakukan, jadi produk atau jasa yang bisa memuaskan adalah produk atau jasa yang sanggup memberikan sesuatu yang dicari oleh konsumen sampai pada tingkat cukup. Engel, et al. 1995 mendefinisikan kepuasan sebagai evaluasi pasca konsumsi bahwa suatu alternatif yang dipilih setidaknya memenuhi atau melebihi harapan. Kepuasan akan mendorong konsumen membeli dan mengkonsumsi ulang produk tersebut. Sebaliknya, perasaan yang tidak puas akan menyebabkan konsumen kecewa dan menghentikan pembelian kembali dan konsumsi produk tersebut. Kepuasan konsumen penting bagi perusahaan agar pelanggannya tetap setia pada produk yang diciptakan dantidak berpaling ke produk lain. Teori yang menjelaskan bagaimana kepuasan atau ketidakpuasan konsumen terbentuk adalah The Expectancy Disconfirmation Model. Teori ini 2828 mengemukakan bahwa kepuasan dan ketidakpuasan konsumen merupakan dampak dari perbandingan antara harapan konsumen sebelum pembelian dengan yang sesungguhnya diperoleh konsumen dari produk yang dibeli tersebut. Ketika konsumen membeli suatu produk, maka ia memiliki harapan tentang bagaimana produk tersebut berfungsi product performance. Menurut Rangkuti 2006, teori The Expectancy Disconfirmation Model dapat dirangkum pada bagan Gambar 1. Kotler 2005 menyatakan ada empat perangkat yang digunakan untuk melacak dan mengukur kepuasan pelanggan yaitu sistem keluhan dan saran, survei kepuasan pelanggan, belanja siluman, dan analisis pelanggan yang hilang. a. Sistem Keluhan dan Saran Perusahaan yang berpusat pada pelanggan mempermudah para pelanggannya untuk memberikan kritik dan saran. Cara yang digunakan masing-masing perusahaan berbeda seperti perusahaan memberikan layanan telepon bebas pulsa hot lines maupun menggunakan situs web dan e-mail untuk komunikasi dua arah yang cepat. b. Survei Kepuasan Pelanggan Perusahaan yang responsif akan mengukur kepuasan pelanggan secara langsung dengan melakukan survei secara berkala dengan cara bertanya secara langsung atau mengirim daftar pertanyaan ke pelanggan yang digunakan sebagai sampel. Selain mengumpulkan informasi mengenai kepuasan pelanggan, survei ini juga berguna untuk mengajukan pertanyaan tambahan mengenai keinginan pelanggan untuk membeli ulang. Survei kepuasan pelanggan juga berfungsi untuk Sumber Rangkuti, 2006 Tujuan Perusahaan Tingkat Kepuasan Pelanggan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan Harapan Pelanggan terhadap Produk Produk Nilai Produk bagi Pelanggan 2929 mengukur kesediaan pelanggan untuk merekomendasikan produk atau merek perusahaan kepada orang lain. c. Belanja Siluman Perusahaan dapat membayar orang untuk berperan sebagai pembeli guna melaporkan titik kuat dan titik lemah yang sering dialami sewaktu membeli produk perusahaan dan pesaingnya. Para pembelanja siluman juga dapat menyampaikan masalah tertentu untuk menguji apakah staf penjualan perusahaan mengatasi situasi tersebut dengan baik. d. Analisis Pelanggan yang Hilang Perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang berhenti membeli atau berganti pemasok untuk mempelajari alasan mereka pindah atau berhenti. Bukan saja penting untuk melakukan wawancara keluar ketika pelanggan sudah berhenti membeli, tetapi juga harus memperhatikan tingkat kehilangan pelanggan. Jika tingkat kehilangan pelanggan meningkat, menunjukkan bahwa perusahaan gagal memuaskan pelanggannya. Menurut Rangkuti 2006, kepuasan pelanggan dapat diukur dengan cara berikut 1. Traditional Approach Berdasarkan pendekatan ini konsumen diminta memberikan penilaian atas masing-masing indikator produk atau jasa yang mereka nikmati. Pada umumnya, pendekatan ini menggunakan skala Likert, yaitu dengan cara memberikan rating dari 1 sangat tidak puas sampai 5 sangat puas sekali. Kemudian, konsumen diminta untuk memberikan penilaian atas produk atau jasa tersebut secara keseluruhan. Pengukuran kepuasan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala Likert merupakan salah satu varian pendekatan semantic differential. Skala Likert merupakan skala yang dapat menunjukkan tanggapan kosumen terhadap suatu produk. 2. Analisis deskriptif Analisis kepuasan pelanggan seringkali hanya sampai mengetahui pelanggan tersebut puas atau tidak dengan menggunakan analisis statistik secara deskriptif, seperti penghitungan rata-rata, nilai distribusi serta standar deviasi. Analisis kepuasan pelanggan sebaiknya dilanjutkan dengan cara membandingkan 3030 hasil kepuasan tahun lalu dengan hasil tahun ini sehingga kecenderungan perkembangannya dapat ditentukan. Analisis deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk menunjukkan karakteristik dan informasi mengenai perilaku konsumen. 3. Pendekatan secara terstruktur Pendekatan ini seringkali digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan. Salah satu teknik yang paling terkenal adalah semantic differential dengan menggunakan prosedur scalling. Caranya adalah responden diminta untuk memberikan penilaiannya terhadap suatu produk atau fasilitas. Penilaian ini juga dapat dilakukan dengan membandingkan suatu produk atau fasilitas lainnya dengan syarat variabel yang diukur sama. Salah satu bentuk pendekatan secara terstruktur adalah analisis Importance Performance Matrix. Matriks ini terdiri dari empat kuadran yaitu kuadran pertama terletak di sebelah kiri atas, kuadran kedua di sebelah kanan atas, kuadran ketiga di sebelah kiri bawah, dan kuadaran keempat di sebalah kanan bawah. Loyalitas Konsumen Menurut Griffin 2005, loyalitas konsumen adalah komitmen yang kuat dari konsumen sehingga bersedia melakukan pembelian ulang terhadap produk dan atau jasa yang disukai secara konsisten dalam jangka panjang. Imbalan dari loyalitas bersifat jangka panjang dan kumulatif. Semakin lama loyalitas seorang pelanggan, semakin besar laba yang dapat diperoleh perusahaan dari satu pelanggan ini. Jadi, loyalitas konsumen merupakan suatu sikap yang dapat membuat konsumen melakukan pembelian kembali secara konsisten terhadap produk perusahaan tertentu. Dalam konteks loyalitas konsumen, fokus perusahaan bukanlah menarik pelanggan baru tetapi memperoleh kesetiaan dari pelanggan yang sudah ada. Loyalitas yang meningkat dapat menghemat biaya perusahaan sedikitnya di enam bidang yaitu biaya pemasaran menjadi berkurang, biaya transaksi menjadi lebih rendah, biaya perputara pelanggan jadi berkurang, keberhasilan cross-selling 3131 itu, pemberitaan dari mulut ke mulut menjadi lebih positif dengan asumsi para pelangga yang loyal juga merasa puas, dan biaya kegagalan menjadi menurun. Konsumen yang loyal merupakan asset tak ternilai bagi perusahaan. Karakteristik dari konsumen loyal menurut Griffin 1. Melakukan pembelian secara teratur pada merek produk yang sama. 2. Membeli di luar lini produk dan atau jasa. 3. Mereferensikan produk atau jasa ke orang lain. 4. Menunjukkan kekebalan dari daya tarik produk sejenis dari pesaing. Durianto et al. 2004 menyatakan bahwa loyalitas merupakan hasil akumulasi pengalaman penggunaan produk. Terdapat lima tingkatan loyalitas merek yaitu, swticher/price buyer, habitual buyer, satisfied buyer, liking the brand, dan commited buyer. Loyalitas merek dapat memberikan nilai kepada perusahaan berupa 1. Mengurangi biaya pemasaran. Biaya pemasaran untuk mempertahankan konsumen lebih murah dibandingkan untuk mendapatkan konsumen baru. 2. Meningkatkan perdagangan. Loyalitas yang kuat terhadap suatu merek akan meningkatkan perdagangan dan memperkuat keyakinan perantara pemasaran. 3. Menarik konsumen baru. Perasaan puas dan suka terhadap suatu merek akan menimbulkan perasaan yakin bagi calon konsumen untuk mengkonsumsi merek tersebut dan biasanya akan merekomendasikan/mempromosikan merek yang dia pakai kepada orang lain, sehingga kemungkinan dapat menarik konsumen baru. 4. Memberi waktu untuk merespon ancaman persaingan. Bila pesaing mengembangkan produk yang lebih unggul, konsumen yang loyal akan memberikan waktu bagi perusahaan untuk merespon pesaing dengan memperbarui produknya. Dimensi Kualitas Pelayanan SERVQUAL Dimension Pelayanan yang sangat baik akan menciptakan konsumen yang sebenarnya true consumer, konsumen yang senang dan puas dengan perusahaan yang dipilihnya setelah mendapat pengalaman pelayanan, konsumen yang akan 3232 berkunjung kembali dan menceritakan hal-hal yang baik mengenai perusahaan tersebut Zeithaml et al. 1990. Namun menilai kualitas pelayanan atau jasa merupakan hal yang cukup sulit dibandingkan menilai kualiatas pelayanan dari produk barang. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan karakteristik yang jelas dari jasa yang bersifat tidak berwujud, berubah-ubah, tidak tahan lama, dan jasa diproduksi dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan. Faktanya kualitas aktual dari pelayanan dapat berubah-ubah dari baik hari ke hari, karyawan ke karyawan, maupun dari konsumen ke konsumen. Zeithaml et al. 1990 melakukan suatu studi berupa penelitian untuk mengembangkan konsep yang komprehensif dalam memahami dan meningkatkan kualitas pelayanan atau jasa. Studi yang dilakukannya yaitu dengan mewawancarai 12 orang konsumen dengan setiap tiga konsumen mewakili sektor jasa yang berbeda. Melalui wawancara tersebut dapat diketahui bahwa banyak pandangan konsumen mengenai kualitas pelayanan. Mereka membicarakan banyak hal, mengenai harapan, prioritas, dan pengalaman mereka. Beberapa puas dengan pelayanannya, sedangkan lainnya puas dengan karyawan yang memberikan pelayanan. Para konsumen tersebut sepakat bahwa kunci yang memastikan baiknya kualitas pelayanan adalah selama pelayanan itu dapat memenuhi atau melebihi apa yang mereka harapkan dari produk jasa. Skala kualitas pelayanan dibuat untuk mengukur perbedaan antara harapan konsumen dari jasa dan persepsi mereka dari pelayanan aktual yang diberikan, didasari oleh lima dimensi berikut ini 1 tangibles, 2 reliability, 3 responsiveness, 4 assurance, dan 5 emphaty. Dimensi-dimensi tersebut dibagi ke dalam dua kelompok yaitu, dimensi hasil yang berfokus pada reliability dari pelayanan dan dimensi proses yang berfokus pada responsiveness, assurance, dan emphaty dalam melayani konsumen, dan aspek tangible dari pelayanan atau jasa. Penjelasan dari dimensi-dimensi tersebut adalah sebagai berikut Zeithaml et al. 1990 1. Tangibles, yaitu penampilan fasilitas fisik, peralatan, karyawan, dan peralatan komunikasi. 2. Reliability, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan. 3333 3. Responsiveness, yaitu kemauan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayan yang cepat. 4. Assurance, yaitu pengetahuan dan kesopansantunan dari karyawan serta kemampuan mereka untuk memberikan kepercayaan atau keamanan. 5. Emphaty, yaitu kepedulian dan perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada konsumen. Suatu pelayanan dapat diterima oleh konsumen dikarenakan adanya pengaruh internal dan eksternal konsumen serta atribut dari setiap dimensi kualitas pelayanan. Proses dan hubungan dimensi kualiatas pelayanan sampai diterimanya kualitas pelayan tersebut dapat diilustrasikan pada Gambar 2. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif meliputi upaya penelusuran dan pengungkapan informasi yang relevan yang terkandung dalam data dan penyajian hasilnya dalam bentuk yang lebih ringkas, sederhana, dan tentunya lebih informatif yang pada akhirnya akan mengarahkan pada keperluan adanya penjelasan dan penafsiran. Analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan karakteristik konsumen umum yang terdiri dari aspek demografi dan karakteristik Sumber Zeithaml et al. 1990 Dimensi Kualitas Pelayanan ï‚ Tangibles ï‚ Reliability ï‚ Responsiveness ï‚ Competence ï‚ Courtesy ï‚ Credibility ï‚ Access ï‚ Communication ï‚ Understanding the Customer Kata-kata Positif Kebutuhan Pribadi Pengalaman Terdahulu Komunikasi Eksternal Pelayanan yang Diharapkan Pelayanan yang Diterima Penerimaan Kualitas Pelayanan 3434 konsumen yang berbelanja di PFM. Metode ini paling sederhana untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Pengukuran SEM SEM adalah sebuah teknik analisis statistika yang mengkombinasikan beberapa aspek yang terdapat pada analisis jalur dan analisis konfirmatori yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan yang relatif rumit secara simultan. Alat analisis ini dipergunakan untuk menyelesaikan model bertingkat secara serempak yang tidak dapat diselesaikan oleh persamaan regresi linear. SEM dapat juga dianggap sebagai gabungan dari analisis regresi dan analisis faktor. SEM dapat dipergunakan untuk menyelesaikan model persamaan dengan variabel terikat lebih dari satu dan juga pengaruh timbal balik recursive. SEM berbasis pada analisis covarians sehingga menggunakan matriks covarians yang lebih akurat dari pada analisis regresi linear. Penyusunan model SEM lebih banyak bersifat teoritis sesuai dengan bidang terapan dan dievaluasi dengan data yang diperoleh. Strategi penyusunan model tersebut dinamakan dengan confirmatory modeling strategy. Adapun istilah LISREL sebagai nama lain analisis SEM merupakan salah satu perangkat lunak yang paling sering dipakai dalam mengestimasi model SEM. Persyaratan utama dalam menerapkan analisis ini adalah harus ada dasar teori yang kuat untuk membangun model strukturalnya. Selain itu, jika menggunakan data primer, jumlah responden harus relatif besar, misalnya antara 100 sampai 200. Dengan menggunakan data dari responden yang jumlahnya relatif besar tersebut, hasil pengukuran diharapkan dapat menunjukkan kondisi yang sebenarnya Firdaus & Farid 2008. Namun alat analisis ini memiliki kelemahan dimana permodelan tersebut dapat menutupi adanya model lain yang memiliki kesesuaian dengan data yang paling tidak sama bagusnya dengan model lain yang telah disusun apabila model tersebut sudah cukup bagus kesesuaiannya dengan data. Kelemahan ini coba ditutupi oleh strategi permodelan lain yang dinamakan dengan competiting model strategy yang intinya adalah terdapat beberapa model yang disusun yang akan dibandingkan kesesuaiannya dengan data. Model alternatif dapat disusun berdasarkan teori. 3535 Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kepuasan konsumen terhadap PFM dengan studi kasus PFM cabang Kelapa Gading, Jakarta. Masih rendahnya konsumsi daging ayam di Indonesia sedangkan daging ayam merupakan sumber protein hewani yang paling murah, mudah diperoleh, dan memiliki banyak variasi dalam pengolahannya masih menjadi perhatian berbagai pihak hingga kini. Meskipun demikian, jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga industri perunggasan masih memiliki potensi yang tinggi untuk terus berkembang guna memenuhi kebutuhan protein daging ayam. Gaya hidup masyarakat perkotaan pada umumnya menuntut pola hidup yang serba cepat dan praktis, termasuk dalam hal makanan. Munculnya toko khusus yang menjual produk ayam dalam berbagai variasi memudahkan konsumen untuk memperoleh protein hewani khususnya daging ayam. Toko khusus ini adalah PFM yang menjamin produk mereka adalah produk yang berasal dari bibit unggul, diternakkan secara sehat bebas dari penyakit, dan aman untuk dikonsumsi. Dalam operasionalnya, pihak manajemen PFM, sebagai toko baru harus dapat bersaing dengan retailer-retailer lain agar dapat meningkatkan sales penjualan produk-produknya. Untuk itu, PFM harus dapat mengerti karakteristik, perilaku, dan kebutuhan konsumen agar dapat meningkatkan kepuasan serta loyalitas konsumen PFM. Peningkatan kepuasan dan loyalitas akan meningkatkan penjualan daging ayam PFM. Penelitian ini dilakukan melalui survey lapang dengan menyebar kuesioner. Metode analisis yang digunakan dalam pengolahan data adalah analisis deskriptif dan SEM. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan karakteristik konsumen dan analisis SEM digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, dimana masing-masing variabel akan diketahui hubungannya terhadap variabel kepuasan, dan hubungannya terhadap variabel loyalitas. Variabel yang disusun antara lain 1. Variabel laten yang digunakan yaitu kepuasan, tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan loyalitas. 2. Variabel indikator dari tangibles adalah atmosfer toko, kebersihan toko, kenyamanan toko, kemudahan mencapai lokasi toko, areal parkir, 3636 kesegaran produk, keragaman produk, ketersediaan produk, dan kemudahan cara pembayaran. 3. Variabel reliability terdiri dari kesesuaian harga dengan kualitas produk dan kesesuaian promosi dengan produk. 4. Variabel responsiveness yaitu variabel kesediaan pegawai memberikan bantuan dan penjelasan; dan kecepatan dan ketanggapan pegawai dalam melayani konsumen. 5. Variabel assurance disusun atas pegawai bersikap ramah dan sopan, produk terjamin kehalalannya, dan produk terjamin keamanannya. 6. Variabel emphaty terdiri dari pegawai memberikan respon terhadap keluhan konsumen, pegawai memberikan perhatian secara personal, dan pegawai bersikap adil dengan melayani sesuai urutan. 7. Variabel indikator loyalitas yaitu pembelian ulang, rekomendasi kepada orang lain untuk turut membeli, dan keinginan untuk membeli kembali ketika harga produk naik. Hasil dari analisis karakteristik dan perilaku konsumen dan analisis SEM yang berupa keeratan hubungan antar variabel akan menjadi suatu pengetahuan yang sangat penting untuk merumuskan berbagai implikasi manajerial untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan, loyalitas, jumlah konsumen, dan jumlah pendapatan perusahaan. Untuk memperjelas tahapan riset dari penelitian analisis kepuasan konsumen PFM, dapat dilihat gambar alur kerangka pemikiran pada Gambar 3. 3737 Keterangan Analisis Deskriptif Analisis SEM Permasalahan 1. Konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih rendah. 2. Perubahan gaya hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. 3. Kemampuan menyaingi retailer besar dalam menjual daging ayam segar Target 1. Meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen PFM. 2. Meningkatkan sales PFM. ï‚ Karakteristik Kosumen PFM ï‚ Perilaku Konsumen dalam menggunakan Produk dan Jasa PFM Rekomendasi manajerial untuk peningkatan konsumen dan loyalitas konsumen PFM Gambar 3. Kerangka Pemikiran Operasional 38IV METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Prima Fresh Mart PFM cabang Kelapa Gading, Jakarta Timur berlokasi di Jl. Boulevard Raya PA 11 No. 19. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sengaja dengan pertimbangan bahwa PFM cabang Kelapa Gading merupakan cabang PFM yang berdiri pertama kali serta berada pada lokasi yang strategis di daerah Kelapa Gading, Jakarta Timur, DKI Jakarta dekat dengan Mall Kelapa Gading. Sehingga PFM cabang Kelapa Gading terletak di tempat yang strategis dan mudah dikunjungi oleh konsumen. Harapannya akan mampu merepresentasikan permasalahan yang ada. Penelitian dilaksanakan selama bulan Juni-Juli tahun 2011. Metode Penentuan Sampel Teknik pengambilan sampel atau responden dalam penelitian adalah non probability sampling, dimana pengambilan sampel tidak memperhitungkan semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih secara acak sebagai sampel. Teknik non probability yang dipilih adalah convenience sampling yang merupakan teknik penarikan sampel yang berdasarkan ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya. Convenience sampling merupakan sampel yang diambil dari siapa saja di dalam populasi yang sedang berada di lokasi penelitian serta bersedia menjadi sampel penelitian Umar 2005. Hasil yang diperoleh dari penarikan sampel ini sering kali dapat menyediakan bukti-bukti yang cukup melimpah sehingga terkadang pengambilan sampel yang lebih canggih tidak diperlukan lagi Durianto et al. 2004. Responden yang dimaksud merupakan konsumen dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh peneliti. Responden pada penelitian ini adalah pengunjung PFM dan berusia > 17 tahun dengan alasan pada usia remaja ke atas, karena responden dianggap telah dapat mengambil keputusan pembelian dan menentukan pilihan secara rasional. Responden harus sedang atau pernah berbelanja di PFM dalam waktu maksimal sebulan terakhir karena responden telah mengkonsumsi produk PFM sehingga 1115 Correlation Matrix of Independent Variables Tangible Reliabil Responsi Assuranc Emphaty - - - - - Tangible Reliabil Responsi Assuranc Emphaty Covariance Matrix of Latent Variables Kepuasan Loyalita Tangible Reliabil Responsi Assuranc - - - - - - Kepuasan Loyalita Tangible Reliabil Responsi Assuranc Emphaty Covariance Matrix of Latent Variables Emphaty - Emphaty 2116 Goodness of Fit Statistics Degrees of Freedom = 184 Minimum Fit Function Chi-Square = P = Normal Theory Weighted Least Squares Chi-Square = P = Estimated Non-centrality Parameter NCP = 90 Percent Confidence Interval for NCP = ; Minimum Fit Function Value = Population Discrepancy Function Value F0 = 90 Percent Confidence Interval for F0 = ; Root Mean Square Error of Approximation RMSEA = 90 Percent Confidence Interval for RMSEA = ; P-Value for Test of Close Fit RMSEA < = Expected Cross-Validation Index ECVI = 90 Percent Confidence Interval for ECVI = ; ECVI for Saturated Model = ECVI for Independence Model = Chi-Square for Independence Model with 231 Degrees of Freedom = Independence AIC = Model AIC = Saturated AIC = Independence CAIC = Model CAIC = Saturated CAIC = Root Mean Square Residual RMR = Standardized RMR = Goodness of Fit Index GFI = Adjusted Goodness of Fit Index AGFI = Parsimony Goodness of Fit Index PGFI = Normed Fit Index NFI = Non-Normed Fit Index NNFI = Parsimony Normed Fit Index PNFI = Comparative Fit Index CFI = Incremental Fit Index IFI = Relative Fit Index RFI = Critical N CN = The Problem used 96584 Bytes = of Available Workspace Time used Seconds 3117 Lampiran 5. Dokumentasi Outside Store Store Front Look Store Front Door Inside Store Left Side 1 Casheer Left Side 2 – Complementer Products 4118 Products Chicken Promo Fresh Chicken Prime Fresh Chicken Legs Chicken Feet Fiesta Chicken Nugget Complementer Products Staffs 5RINGKASAN DINI AMRILLA UTOMO. Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Prima Fresh Mart Pendekatan Service Quality. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Di bawah bimbingan RITA NURMALINA. Konsumsi protein hewani di Indonesia masih sangat rendah. Munculnya Prima Fresh Mart PFM sebagai toko khusus yang menyediakan berbagai variasi daging ayam menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan protein hewani khususnya daging ayam. Namun sebagai toko baru, PFM harus berusaha lebih keras dalam memenuhi kepuasan konsumen dengan memberikan pelayanan dan produk sesuai dengan harapan konsumen serta bersaing dengan retailer-retailer yang menjual produk sejenis. Tujuan penelitian ini adalah 1 mengkaji karakteristik dan perilaku konsumsi konsumen PFM, serta penilaian konsumen terhadap kualitas pelayanan PFM, 2 menganalisis hubungan yang terjadi antara atribut dengan variabel dimensi kualitas pelayanan PFM dan hubungan antara variabel dimensi kualitas pelayanan dengan variabel kepuasan dan loyalitas konsumen PFM, 3 memformulasikan implikasi manajerial untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas PFM. Penelitian ini dilaksanan di PFM cabang Kelapa Gading, Jakarta Timur. Waktu penelitian dilakukan selama bulan Juli tahun 2011. Responden penelitian ini adalah konsumen PFM sebanyak 100 orang yang telah lulus tahap screening. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik convenience sampling. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis deksriptif dan Structural Equation Model SEM. PFM merupakan bagian dari Charoen Pokphand Food CPF yang merupakan anak perusahaan dari Charoen Pokphand Indonesia CPI. PFM pertama kali didirikan pada Maret tahun 2011 cabang Kelapa Gading. PFM menyediakan berbagai produk berbagai variasi ayam produksi CPF dan beberapa produk penunjang dari berbagai supplier. Karakteristik konsumen PFM adalah perempuan dengan domisili berjarak 1-5 kilometer dari PFM, berusia 36-45 tahun, pendidikan terakhir sarjana, sudah menikah, pekerjaan sebagai pegawai swasta, dan rata-rata konsumsi per bulan berkisar Rp – Rp Perilaku konsumsi konsumen PFM adalah mengetahui PFM sebagai toko khusus ayam yang menjual dengan harga murah, memperoleh informasi mengenai PFM dari materi promosi, berbelanja di PFM karena harganya yang murah, berpendapat bahwa kualitas produk PFM sama baik dengan pasar modern lainnya, berbelanja di PFM hanya satu kali dalam satu bulan pada hari kerja, berbelanja daging ayam segar sebanyak dua ekor, dan menghabiskan sekitar Rp – Rp dalam satu kali berbelanja. Berdasarkan hasil analisis SEM, 18 variabel indikator yang ada memiliki muatan faktor koefisien yang berbeda-beda yang mempengaruhi tingkat keeratan hubungan terhadap dimensi kualitas pelayanan. Variabel indikator yang paling diutamakan oleh responden dalam mengukur dimensi tangibles PFM ξ1 adalah atmosfer display, layout, eksterior, dan interior toko PFM X15. Sementara variabel harga yang kompetitif X23 merupakan variabel yang paling 6dominan dalam mengukur dimensi reliability ξ2. Indikator yang paling dominan dalam mengukur dimensi responsiveness PFM ξ3 adalah kesediaan pegawai dalam memberikan penjelasan X32. Ketiga variabel indikator dimensi assurance ξ4, pegawai memiliki pengatahuan mengenai produk dan toko X41, pegawai bersikap ramah dan sopan X42, dan produk terjamin kehalalannya X43 merupakan variabel dominan karena memiliki koefisien yang sama. Variabel indikator pada dimensi emphaty ξ5, pegawai memberikan perhatian secara personal X51 dan pegawai bersikap adil dengan melayani sesuai urutan X52 memiliki koefisien yang sama sehingga keduanya dapat digunakan untuk mengukur dimensi ini. Pada variabel kepuasan direfleksikan oleh satu variabel indikator yaitu kepuasan secara keseluruhan Y11 dengan nilai koefisien 1,00. Variabel indikator pada variabel loyalitas yang paling dominan dalam merefleksikan loyalitas pengunjung PFM adalah merekomendasikan PFM kepada orang lain Y23. Pada dimensi kualitas pelayanan, kelima dimensi memiliki tingkat keeratan hubungan yang berbeda-beda terhadap variabel kepuasan. Dimensi tangibles memiliki koefisien gamma terbesar sebesar 0,43, sehingga hubungan terhadap kepuasan paling erat. Sementara itu, dimensi reliability memiliki koefisien paling kecil sebesar 0,03 sehingga memiliki hubungan yang paling lemah terhadap kepuasan. Kepuasan memiliki hubungan yang sangat erat terhadap loyalitas karena koefisiien beta yang sangat besar sebesar 1,53. Hal ini diartikan pengunjung merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dan akan menjadi konsumen PFM yang setia loyal. Dimensi tangibles merupakan variabel yang paling diprioritaskan untuk ditingkatkan bagi atribut yang telah memuaskan dan diperbaiki bagi atribut yang kurang memuaskan kinerjanya, karena dimensi ini memiliki koefisien terbesar sehingga memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kepuasan. Selanjutnya, PFM harus memprioritaskan dimensi responsiveness karena dimensi ini memiliki koefisien terbesar kedua diikuti dimensi assurance dan emphaty bersamaan karena kedua dimensi ini memiliki koefisien yang sama, selanjutnya dimensi reliability. Lowongan Kerja PT Primafood International Prima Freshmart - Charoen Pokphand Group Jakarta Agustus 2022Prima Freshmart adalah sarana belanja online dari toko Prima Freshmart yang sudah melayani konsumen selama 10 tahun dan memiliki hampir 1200 gerai di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Prima Freshmart merupakan inovasi terbaru dari PT Primafood International sebagai bagian dari PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. yang saat ini merupakan salah satu perusahaan pakan ternak terbesar di Supaya Sukses Ketika Wawancara KerjaPerhatikan Mengenai Tata Krama dan Bahasa Tubuh - Segala bentuk bahasa tubuh dan sopan santun akan menjadi penentu akhir. Buatlah kesan yang sangat baik sehingga mereka yang mewawancarai Anda akan merasa nyaman, terkesan dan percaya bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk lowongan yang akan mereka tawarkan. Yang penting selalu fokus dan konsisten dengan apa yang Anda lakukan sejak menulis surat lamaran kerja hingga menyusun Sikap profesional dan Bersikap Ramah Serta Perhatikan Penampilan Anda - Perhatikan bahasa dan intonasi saat berbicara saat Anda menjawab beberapa pertanyaan pewawancara. Dan jangan sampai terdengar monoton atau terlalu keras karena akan terdengar untuk pakaian, alangkah baiknya jika Anda memakai pakaian formal sesuai dengan posisi yang akan Anda tempati di rumah sakit. Karena sikap yang baik, dan penampilan yang rapi merupakan salah satu poin keberhasilan Anda saat berhadapan dengan Tepat waktu - Tiba pada waktu yang ditentukan adalah bagian penting dari menghadiri wawancara. Datang tepat waktu pada saat wawancara tidak hanya menjadi syarat kedisiplinan atau menunjukkan kedisiplinan kandidat tetapi juga akan memberikan rasa hormat dan penghargaan kepada mereka yang telah ini Prima Freshmart yang berlokasi di Jakarta kembali membuka lowongan kerja bagi lulusan SMA/SMK hingga S1 untuk mengisi beragam posisi yang sedang kosong dengan persyaratan sebagai berikut1. Admin HR PayrollKualifikasiPerempuanBerusia maksimal 27 tahunPendidikan S1 Pendidikan, Psikologi, Accounting atau bidang yang serupaFresh GraduateTerbiasa bekerja dengan detailTerbiasa bekerja dengan deadlineMampu bekerja dibawah tekanan2. Area Koordinator / Team LeaderKualifikasiLaki-laki/PerempuanBerusia maksimal 33 tahunPendidikan D3/S1 Semua Jurusan SMA/SMK dipersilakan jika memiliki pengalaman dibidang RetailMampu bekerja dengan Tim atau individuTerbiasa bekerja secara mobileDiutamakan yang memiliki kendaraan pribadi memiliki SIM A/C3. Data AnalystKualifikasiLaki-lakiBerusia maksimal 33 tahunPendidikan D3/S1 Jurusan Informasi Teknologi, Accounting, Statistika dan Teknik IndustriDiutamakan yang memiliki pengalaman dibidang RetailTerbiasa bekerja dengan deadlineFamiliar dengan Dynamic AX, Power BI dan SAP4. Team EventKualifikasiLaki-laki/PerempuanBerusia maksimal 33 tahunPendidikan D3/S1 Semua Jurusan SMA/SMK dipersilakan jika memiliki pengalaman dibidang RetailMampu bekerja dengan Tim atau individuTerbiasa bekerja secara mobileDiutamakan yang memiliki kendaraan pribadi memiliki SIM A/CMemiliki jaringan Event CommunityCARA MELAMARBagi anda yang berminat dan memenuhi kualifikasi diatas, silahkan kirim lamaran Lowongan Kerja Prima Freshmart Agustus 2022 melalui link berikut Posisi_Nama_DomisiliLowongan kerja ini tidak dipungut biaya. Lamaran yang tidak memenuhi kualifikasi diatas tidak akan diproses. Hanya kandidat terbaik yang akan dipanggil untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Follow Instagram untuk mendapatkan informasi Lowongan Kerja terbaru Jangan lupa menabung kebaikan dengan membagikan informasi Lowongan Kerja Prima Freshmart Agustus 2022 ke kerabat anda yang membutuhkan dan mencantumkan sebagai preferensi informasi lowongan kerja anda agar website ini tetap eksis

tahap screening di prima freshmart